Bisnis
Oleh Bani Saksono pada hari Senin, 03 Nov 2014 - 07:20:30 WIB
Bagikan Berita ini :
Sektor Perikanan Tekor

Subsidi Rp11 T, Pendapatan Kok Cuma Rp300 M

88Susi Pudjiastuti.jpg
Susi Pudjiastuti (Sumber foto : dok/TeropongSenayan)

JAKARTA -Selaku Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyayangkan potensi kelautan Indonesia justru berbalik merugikan negara. Salah satu kerugian yang diderita negara adalah besarnya anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal yang berlayar di perairan Tanah Air.

Menurut dia, total kapal di Indonesia saat ini mencapai 5.329 unit. Kapal tersebut meminum BBM subsidi hingga 2,1 juta kiloliter dalam setahun. Dengan demikian, subsidi yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 11,5 triliun.

"Pemerintah mensubsidi sebesar Rp 11,5 triliun, sedangkan PNBP (penerimaan negara bukan pajak) yang didapat hanya Rp 300 miliar. Negara kita dirugikan hampir Rp 11 triliun. Subsidi itu cost untuk negara, tapi pendapatan kecil. It does not make sense, it should change," kata pengusaha asal Pangandaran ini. Dia pun berandai, jika semua kapal disuruh berhenti berlayar dan dana kerugian Rp 11 triliun diberikan kepada nelayan, maka nelayan akan sangat sejahtera.

Susi berjanji akan mencari jalan keluar agar pendapatan negara harus setara dengan cost atau biaya yang dikeluarkan, khususnya dari subsidi BBM. Periksa kapal-kapal itu, apakah ada yang ilegal atau tidak. "Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita ingin hasil setara dengn cost yang kita keluarkan. Saya meminta seluruh data KKP bisa diakses semua pelaku," tutur dia saat menggelar pertemuan dengan pers di kantornya, akhir pekan lalu (31/10/2014). (b)

tag: #Menteri Kelautan dan Perikanan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...