Bisnis
Oleh Mandra Pradipta pada hari Senin, 24 Nov 2014 - 19:47:44 WIB
Bagikan Berita ini :

Perlindungan Anak Bak Macan Ompong

53ekoshilman_murid_original_09.JPG
Anak-anak, generasi penerus bangsa (Sumber foto : Eko S Hilman)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorul Niam mengungkapkan bahwa sampai saat ini banyak pasal yang belum mengakomodasi perlindungan anak. "Misal pada UU Pornografi yang sudah dicetuskan di tahun 2008, namun belum teraplikasikan hingga sekarang," kata Niam kepada TeropongSenayan di gedung DPR Nusantara II, Jakarta, Senin (24/11/14).

Lebih lanjut Niam juga mengatakan dalam UUD 1945, anak telah ditetapkan mindset yang berbeda kepada para penyidik dalam menghadapi anak yang berstatus sebagai korban, saksi, bahkan pelaku. "Sedang dalam KUHP semua mendapat kesamaan dalam hukum, mental anak akan rusak apabila disamakan dengan pidana lainnya," ujarnya.

Sementara itu kekerasan seksual terbaru di Solo yang melibatkan seorang tokoh raja juga diadukan oleh Niam dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR. "Mediatornya sudah ditahan. Tapi belum menyentuh pelaku utamanya. Kejahatan seksual ini harus diberantas siapapun tokohnya," pungkasnya.

Dukung KPAI
Sementara itu, dalam rapat kerjanya dengan KPAI, Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay berjanji akan segera menidaklanjuti sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Menurut data KPAI, kasus seksual kepada anak mencapai 60% dari jumlah kasus perlindungan anak lainnya yaitu pernikahan beda agama, konten bermain, partisipasi pemilu, hingga kasus terbaru kekerasan seksual yang dilakukan salah satu tokoh penting di Solo. "Kami sudah mencatat beberapa poin yang disampaikan oleh KPAI. Karena KPAI juga butuh dukungan kami, jadi tolong terus berkoordinasi. Agar kita juga bisa menyamakan persepsi," kata Saleh Partaonan kepada TeropongSenayan, usai rapat.

Lebih lanjut Saleh menyatakan poin-poin tersebut nantinya bakal digodok bersama-sama KPAI, dan Komisi VIII DPR mendukung penuh segala kebijakan KPAI untuk tumbuh kembang anak Indonesia. "Kita mendukung segala kebijakan KPAI selama hal itu positif untuk anak Indonesia ke depan. Karena anak merupakan masa depan bangsa," ujarnya. (b)

tag: #perlindungan anak  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...