Opini
Oleh Agus Eko Cahyono pada hari Senin, 29 Des 2014 - 09:33:31 WIB
Bagikan Berita ini :

KPK Mulai Kalah Pamor Dengan Kejakgung

94Gedung KPK 1.jpg
Gedung KPK (Sumber foto : Bara Ilyasa/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Menjelang berakhirnya 2014, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkesan kalah galak dengan Kejaksaan Agung yang makin berani menangkapi pejabat daerah. "Saya tak mau KPK loyo, karena ada intrik-intrik tertentu, misalnya takut dihabisi DPR tahun depan,’’ kata mantan pengacara KPK Ahmad Rifai kepada TeropongSenayan di Jakarta, Senin (29/12/2014).

Menurut Rifai, kegigihan KPK memberantas korupsi dinilai mulai 'melempem'. Padahal pimpinan KPK berjanji segera menangkapi 'tikus-tikus' besar dalam kasus-kasus korupsi besar. "Kita berharap, Abraham Samad dan kawan-kawan tetap menjaga stamina dan semangat dalam pemberantasan korupsi," tambahnya.

Lebih jauh Rifai mendorong KPK tetap menunjukkan 'ketajamannya' sebelum masa baktinya habis. "Abraham Samad Cs harus menunjukkan komitmen untuk menegakkan hukum. Jangan sampai dukungan rakyat menjadi sia-sia," ujar dia lagi.

Rifai menilai beberapa bulan terakhir KPK sedikit menurun kinerjanya. Karena tidak menindaklanjuti kesaksikan di pengadilan soal dugaan keterlibatan pejabat di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). "Kesaksian di pengadilan sudah sangat jelas, uangnya mengalir ke pejabat tertentu, tetapi tidak ditindaklanjuti,’’ tuturnya.

Saat itu, lanjut Rifai, Ketua KPK Abraham Samad pernah menyebut ada orang penting yang akan jadi tersangka. Namun sampai sekarang belum terbukti. "Nyatanya mereka aman-aman saja kok," ucap dia.

Dikatakan Rifai, dirinya menduga, belum terungkapnya sejumlah kasus tersebut menimbulkan dugaan ada sesuatu di KPK. "Saya berharap tidak ada permainan di lingkungan KPK dalam menangani kasus-kasus korupsi yang merugikan negara,’’ kata Rifai.

Ditanya, kenapa kinerja KPK tidak segigih dulu, apa yang menyebabkannya, Rifai mengatakan mungkin pola atau metoda yang dipakai KPK masih manual sehingga perlu diubah. (ec/b)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #Lembaga Anti Rasuah  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Menutup Lima Jalur Haram Karier Pejabat: Ujian Awal Pemerintahan Prabowo

Oleh Muhammad Said Didu
pada hari Selasa, 17 Mar 2026
Di negeri yang konon menjunjung tinggi demokrasi dan meritokrasi, kita justru menyaksikan ironi yang berulang: jabatan publik tidak lagi menjadi hasil dari kompetensi, integritas, dan rekam jejak, ...
Opini

Yuan, Minyak, dan Perang: Ketika Iran Mengguncang Dominasi Dolar dan Membuka Topeng Oligarki Global

Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Namun yang lebih berbahaya: dunia juga tidak lagi jujur. Di balik narasi “demokrasi”, “HAM”, dan “stabilitas ...