Opini
Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 07 Mar 2015 - 19:36:22 WIB
Bagikan Berita ini :

Isu Bali Nine Jangan Untuk Alihkan Kasus Politik Lainnya

73Nico Haryanto1.jpg
Nico Haryanto-sahlan (Sumber foto : Sahlan Ake/TeropongSenayan)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Penundaaneksekusi mati gembong narkoba Bali Nine diharapkan tidak dijadikan komoditas politik antara pemerintah Indonesia dan Australia."Waktu pelaksanaan hukuman mati itu harus dipertimbangkan sesuai kepentingan nasional. Jangan sampai ini menjadi komoditas politik," kata Direktur Populi Center Nico Harjanto di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat (07/03/2015).

Menurut Nico, hal ini bisa memunculkan sentimen politik luar negeri yang berimplikasi langsung pada hubungan kerja sama dengan kita. "Mestinya, pemerintah menempatkan dalam kerangka yang lebih luas lagi dengan mencari optimalisasi kepentingan nasional di dunia internasional," ungkapnya.

Di satu sisi, kata Nico, kebijakan hukuman mati menunjukkan sebuah ketegasan Presiden Jokowi dan di satu sisi keputusan ini menjadi sarana pengalihan isu yang sebagaimana diketahui akhir-akhir ini dipertontonkan dengan kasus KPK dan Polri."Jangan sampai isu hukuman mati menjadi pengalihan isu kasus KPK dan Polri," pungkasnya.(b)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #bali nine  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Tantangan Mundur Pimpinan DPR Bukan Hal yang Luar Biasa, yang Lebih Penting Jangan Sampai Lahir UU Perampasan Aset yang Berbahaya bagi Rakyat

Oleh Didi Irawadi Syamsuddin, S.H.,LL. M
pada hari Kamis, 03 Sep 2026
Ada sesuatu yang terdengar heroik dari Senayan. Pimpinan DPR menyatakan siap meletakkan jabatan, bahkan mundur sebagai anggota DPR, apabila RUU Perampasan Aset tidak selesai paling lambat 15 ...
Opini

NU PERNAH MENJADI “REAL” KEKUATAN MORAL Menyambut Gus Kikin dan Tantangan Mengembalikan Wibawa Moral NU

Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan sejarah Nahdlatul Ulama (NU) dan Tebuireng. Tebuireng bukan sekadar tempat berdirinya salah satu pesantren penting dalam sejarah Islam Indonesia. Di tempat ...