Opini
Oleh Haris Rusly (Petisi 28) pada hari Senin, 27 Apr 2015 - 09:07:16 WIB
Bagikan Berita ini :

Mungkinkah Berharap Pada Presiden yang Jiwa dan Pikirannya Telah Diperbudak?

8Perbudakan-ist.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

"Perbudakan hadir dalam berbagai cara dan bentuk. Sebagian orang menjadi budak dari cara berpikir mereka. Sementara sebagian yang lainnya, jiwa merekalah yang diperbudak. Bahkan ada juga sebagian orang yang lain menemukan kesenangan di dalam perbudakan tersebut..." (pandangan Siwa-isme).

Para nabi lahir untuk memerdekakan jiwa dan pemikiran manusia yang diperbudak yang mengakibatkan penghisapan oleh manusia yang lain. "Para pendiri bangsa kita belajar pada pemikiran barat tidak untuk menjadi budak barat, tapi untuk berkorban memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan asing".

Melalui rapat umum dan tulisan di media massa, mereka menyebarkan pengetahuannya tentang hakikat manusia berdaulat dan bangsa yang merdeka. Melalui perjuangan dan pengorbanan mereka menjadi guru-guru yang hidup untuk memurnikan dan memerdekakan jiwa-jiwa dan pemikiran yang diperbudak.

Para pendiri bangsa kita adalah para pembaca buku yang tangguh, penulis yang hebat, disertai penempaan perjuangan, pengorbanan dan penderitaan yang memurnikan jiwa dan pemikiran mereka. Pancasila dan UUD 1945 adalah buah pikir mereka yang bukan hasil renungan di ruang hampa, tapi merupakan sintesa pemikiran dan pengorbanan bertahun-tahun.

Tentu berbeda dengan para intelektual dan politisi era reformasi, yang telah mendesign negara reformasi yang menghasilkan kekacauan dan kemunduran. Mereka tak pernah ditempa oleh pengorbanan dan penderitaan, mereka para intelektual dan politisi tersebut merasa hebat hanya karena telah membaca sekian buku dan bergelar PhD, walaupun sesungguhnya jiwa dan pemikiran mereka dalam perbudakan.

Karena itu, kita tak mungkin lagi berharap perubahan kepada Presiden, DPR dan para penyelenggara negara yang telah terbukti jiwa dan pemikirannya diperbudak asing. Kita membutuhkan kebangkitan pemuda (sipil dan militer) yang paham masalah bangsa dan mau berkorban untuk menegakan Pancasila dan Trisakti.(*)

TeropongRakyat adalah media warga. Setiap opini/berita di TeropongRakyat menjadi tanggung jawab Penulis.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #jokowi  #presiden jokowi  #pemerintahan boneka  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Jumhur yang Punya Hati dan Otak

Oleh Swary Utami Dewi
pada hari Selasa, 28 Apr 2026
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat baru saja dilantik oleh Presiden. Pelantikan ini tak bisa dibantah membawa angin segar untuk mengatasi secara efektif berbagai masalah lingkungan di Indonesia. ...
Opini

Menjemput Fajar Budi: Menggugat Tidur Panjang Kaum Terpelajar

I. Prolog: Kebisingan dalam Kesunyian Di negeri yang sibuk membanggakan pertumbuhan dan deret angka keberhasilan, ada satu hal yang justru kian menghilang: suara nurani. Kita hidup dalam ...