Bisnis
Oleh Ahmad Syaikh pada hari Senin, 21 Jan 2019 - 15:04:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Tahun Ini, Bappenas Berharap Persentase Kemiskinan Cuma Sembilan Persen

53bambang brodjonegoro.jpg.jpg
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Istimewa) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas berharap tahun ini (2019) angka kemiskinan di Indonesia terus turun dan menyentuh sembilan persen.

"Kita targetnya 2019 ini kemiskinan 8,5-9,5 persen. Kalau kita lihat angka terakhir di 9,66 persen, mudah-mudahan kembali turun," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Oleh karena itu, pemerintah dikatakan Bambang, akan fokus pada penguatan bantuan sosial yang tepat sasaran, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Sedangkan untuk yang rentan miskin, kita perkuat akses permodalan mikro agar biar tidak jatuh miskin lagi, kemudian juga penciptaan lapangan kerja. Jadi kombinasi itu," tegasnya.

Sekedar informasi, belum lama ini Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada September 2018 terus turun menjadi 9,66 persen dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 9,82 persen.

Secara jumlah, penduduk miskin pada September 2018 mencapai 25,67 juta orang, menurun 0,28 juta orang jika dibandingkan Maret 2018 dan menurun 0,91 juta orang terhadap September 2017.

Sementara itu, terkait masalah ketimpangan, Bambang menyatakan ada dua hal penting yang memengaruhinya yaitu akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar, dan juga penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.

"Pertama masalah akses. Akses harus diperbaiki, oleh karena itu infrastruktur tetap perlu dibangun terutama infrastruktur dasar dan pelayanan dasar. Kedua, bansos itu harus sampai ke mereka," ujarnya lagi. (ahm)

tag: #bappenas  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
Dompetdhuafa X TS : Qurban
advertisement