Oleh Fuad Bawazier, PhD, mantan Menkeu, pengamat ekonomi dan kebijakan publik pada hari Senin, 17 Okt 2022 - 15:10:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Tarik Menarik di Tubuh PDIP?

tscom_news_photo_1665994249.jpg
Fuad Bawazier Menteri Keuangan Era Orde Baru (Sumber foto : Istimewa)

Ibu Megawati, bila benar akan menetapkan Puan Maharani sebagai Capres dari PDIP sesuai dengan kewenangannya, harus segera memutuskan dan mengumumkannya.

Kenapa? Dengan cara demikian (memutuskan) maka peluang Puan Maharani akan perlahan tapi pasti meningkat. Dengan begitu Ganjar Pranowo (GP) akan berhenti bermanuver. Sekarang ini GP terus berkampanye sebab yakin bahwa bila popularitas PM tidak naik-naik maka akhirnya Megawati akan menyerah (pada GP). Padahal bagaimana PM akan naik popularitasnya bila GP masih terus berkampanye? Sungguh sulit bila dalam satu partai ada dua matahari, alias dua calon.

Rupanya GP mau copy tricknya Jkw dulu. Tapi Megawati tidak akan terperosok dua kali.
Kini terdengar kabar bahwa GP sudah akan digandengkan dengan Ketum Golkar AH dan sudah menyewa lembaga survey tertentu. Tetapi orang juga tahu bahwa lembaga survey itu sebenarnya lembaga penggalangan opini.

Makanya tidak salah bila Ridwan Saidi, budayawan Jakarta, bilang lebih percaya tukang sulap dari pada lembaga survey. Lembaga-lembaga ini di Indonesia pada umumnya memang belum bisa di percaya. Tidak jujur dan mata duitan. Pemerintah memang harus menertibkan lembaga survey tetapi sulitnya karena sering membutuhkan. Ruwet, ruwet dan ruwet.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Opini

Lingkaran Setan Oligarki: Ketika Kedaulatan Rakyat dan Negara Dilucuti Perlahan

Oleh Muhammad Said Didu
pada hari Selasa, 10 Feb 2026
Sejak Reformasi 1998, Indonesia rajin menggelar pemilu: pilpres, pileg, hingga pilkada berlangsung nyaris tanpa jeda. Namun ironisnya, semakin sering pesta demokrasi dilaksanakan, semakin menjauh ...
Opini

Jika Revolusi Tak Pernah Datang: Strategi Menyelamatkan Republik dari Dalam

Indonesia hari ini berada dalam sebuah paradoks kebangsaan. Di satu sisi, korupsi merajalela, hukum terasa tumpul ke atas dan tajam ke bawah, kesenjangan sosial semakin melebar, sementara oligarki ...