Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 28 Jul 2015 - 14:00:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Kecewa dengan Penyelenggara JakBook Fair, Ahok Berencana Gandeng Penerbit

59ahok-jakbook.jpg
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Imbas dari kekecewaannya terhadap penyelenggara ajang Jakarta Book Fair, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana menggandeng penerbit buku agar bisa memberikan potongan harga yang signifikan kepada para pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Untuk itu, Ahok akan meminta kepada Bank DKI untuk bekerjasama dengan penerbit buku seperti Gramedia.

Ahok mengatakan akan meminta kepada Bank DKI untuk bekerjasama dengan penerbit buku, salah satunya adalah Gramedia. Ahok berencana meminta kerjasama berupa potongan harga sebesar 10 persen bagi pemegang KJP.

“Saya bakal minta Bank DKI kerjasama dengan Gramedia. Bisa tidak pemegang KJP ini dapat diskon 10 persen misalnya," kata Ahok di Balaikota, Selasa (28/7/2015).

Menurut Ahok, maksud potongan harga ini adalah agar anak-anak pemegang KJP tak menghabiskan uangnya dan menabungkan sisanya.

"Kalau setahun kan anak-anak bisa punya Rp 2,4 juta. Kalau dia lulus, tabungan Rp 2,4 juta itu bisa buat modal, beli laptop, macam-macam bisa digunakan," ungkapnya.

Oleh karena itu Ahok meradang ketika mendapati harga di JakBook Fair malah lebih mahal dibandingkan harga pasaran. Sementara, para penerima KJP tahun ini hanya bisa membelanjakan uangnya pada ajang tersebut.

"Hukumnya itu orang buat pameran harga barangnya lebih murah dan banyak hadiah. Ini IKAPI, bukan malah lebih murah Rp 5.000, justru kemahalan Rp 5.000," omelnya. (mnx)

tag: #Jakarta  #Ahok  #jakarta book fair 2015  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...