Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Jumat, 21 Agu 2015 - 15:08:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Kasus Penggusuran Kampung Pulo, Polda Diminta Bersikap Netral

91Neta_Pane.jpg
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polda Metro Jaya untuk bersikap netral dan melihat kasus Kampung Pulo secara jernih. Bagaimana pun, IPW memandang, dalam melakukan penegakan hukum Polri perlu mengedepankan nilai-nilai keadilan dan asas kemanusiawian, apalagi kasus Kampung Pulo sarat dengan nilai-nilai historis. ‎

"Polda Metro Jaya harus bersikap netral dan melihat kasus Kampung Pulo secara jernih serta tidak larut dalam wacana arogansi yang ditabur Ahok," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane di Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Oleh karena itu, Neta mendesak agar Polri segera membebaskan 27 warga Kampung Pulo yang ditangkap dalam bentrokan saat penggusuran, Kamis (20/8/2015) kemarin.

Ia menyebut, dalam kasus Kampung Pulo, aparat kepolisian perlu bersikap netral dan jangan mau diperalat arogansi kekuasaan.

"IPW mendukung langkah Gubernur Ahok untuk menata dan menertibkan Kampung Pulo. Tapi sebagai 'bapaknya orang Jakarta', Ahok juga harus mengedepankan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, memperhatikan sejarah, dan tidak diskriminatif," paparnya.

Dengan begitu, lanjut Neta, situasi kamtibmas Jakarta tetap terjaga dan pertentangan kelas dan isu SARA tidak berkembang pasca penggusuran nanti. Selain itu, Neta juga berpesan, Polda Metro Jaya perlu menjaga keseimbangan di balik konflik ini, dengan cara tidak memihak.

“Polda harus mengedepankan prinsip Polri sebagai pengayom masyarakat. Hal ini perlu ditekankan karena dalam penggusuran Kampung Pulo sangat sarat dengan ketidakadilan, ketidakmanusiawian, dan diskriminatif,” pungkasnya. (mnx)

tag: #Jakarta  #Ahok  #penggusuran kampung pulo  #warga kampung pulo menolak direlokasi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

INDONESIA DAN KEPEMIMPINAN DUNIA: DIMULAI DARI DALAM

Oleh Ariady Achmad
pada hari Minggu, 01 Mar 2026
Dunia hari ini sedang gelisah. Konflik geopolitik meningkat, ketegangan energi mengguncang ekonomi global, dan rivalitas kekuatan besar semakin terbuka. Dalam situasi seperti ini, banyak yang ...
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...