Opini
Oleh Ariady Achmad pada hari Selasa, 13 Okt 2015 - 06:03:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Ironi RUU Tax Amnesty

90130867e3c1197d7c304ef2e4d81ae6b841118d32.jpg
Kolom Obrolan Pagi bareng Ariady Achmad (Sumber foto : Ilustrasi/TeropongSenayan)

Saat belanja apapun, sebelum menikmati barang yang dibeli setiap warga negara sudah dibebani membayar pajak. Bahkan, sebelum makanan disantap saat direstoran cepat saji, setiap pembeli sudah harus membayar pajar lebih dulu.

Tak hanya itu, bangunan dan tanah yang kita tempati, penghasilan atau gaji, mobil atau sepeda motor, berbagai tiket saat berpergian, nonton film dsbnya semua tidak bebas dari pajak yang dipungut oleh negara.

Namun kita terhenyak saat ada rencana DPR membahas atau membuat UU Tax Amnesty (Pengampunan Pajak). Inilah undang-undang yang memungkinkan pengusaha mendapat pengampunan atas tunggakan pajak yang di kemplang.

Rasanya jika benar UU ini nanti berlaku akan sangat mencederai rasa keadilan rakyat banyak. Rakyat kecil seperti dikejar-kejar menjadi obyek pajak. Sebaliknya, pengusaha yang sudah kaya raya justru mendapat pengampunan pajak.

Kita ingin mengingatkan para wakil rakyat. Bahwa mereka bisa berkantor di gedung DPR, Senayan, Jakarta karena mengemban dan mendapat kepercayaan rakyat. Jelas tak pantas jika membalasnya dengan mencederai rasa keadilan rakyat.

Sebagai wakil rakyat, seharusnya mereka juga mengutamakan kepentingan rakyat saat menjalankan tugas legislasi atau membuat UU. Bukan sebaliknya menjadi agen atau menghamba kepentingan pengusaha.

Apa kata dunia, jika UU menjadi ironi anak negeri.(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #sarapan pagi  #kolom  #ariady achmad  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Mimpi Indonesia Emas di Bawah Atap Sekolah Reot & Bocor

Oleh Didi Irawadi Syamsuddin, S.H.,LL. M
pada hari Selasa, 11 Agu 2026
Indonesia sedang menaruh harapan besar pada tahun 2045. Kita menyebutnya Indonesia Emas: sebuah negeri maju, ditopang generasi unggul, ekonomi yang kuat, teknologi modern, dan sumber daya manusia ...
Opini

Jajak Pendapat Marquette Tunjukkan Skeptisisme Publik AS Terhadap Konflik Iran dan Dukungan ke Israel

Sebuah jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Fakultas Hukum Marquette mengindikasikan adanya skeptisisme signifikan di kalangan publik Amerika Serikat terkait konflik dengan Iran dan kebijakan ...