Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 21 Des 2014 - 21:37:56 WIB
Bagikan Berita ini :
Temuan Tim Faisal Basri

Edan, Perhitungan Harga BBM Bersubsidi Akal-Akalan

73Faisal Basri dan TRTKM.jpg
Faisal Basri Bersama Tim TRTKM Saat Konferensi Pers (Sumber foto : Sahlan Ake/Teropong Senayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Faisal Basri, ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (TRTKM) menganggap perhitungan BBM bersubsidi sudah kedaluwarsa alias kuno. Sehingga penetapan harganya juga tidak akurat.

"Semua asumsi dan variabel sudah kadaluarsa dan tidak riil serta tidak didasarkan pada pembentukan harga pasar," ujar Faisal Basri saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (21/12/2014).

Faisal menguraikan harga patokan BBM bersubsidi-yang juga disebut sebagai BBM jenis tertentu-didasarkan pada volume penggunaan BBM bersubsidi dan selisih antara harga patokan dengan harga jual sebelum pajak.

Perhitungan harga patokan didasarkan pada MOPS (Mean of Platts Singapore) 92 untuk RON 88 (bahan baku premium bersubsidi-red) dan Gasoil sulfur 0,35 (bahan baku solar bersubsidi-red) pada MOPS Gasoil sulfur 0,25.

Perhitungan harga patokan itu tidak didasarkan pada harga riil karena ke dua jenis produk BBM yang diimpor Indonesia itu sudah tidak ada di pasaran. Sedang biaya pencampuran (blending) dipatok 0,5 US$ padahal riilnya sudah turun menjadi 0,36 US$.

Atas dasar itulah Tim TRTKM merekomendasikan kepada pemerintah untuk menghentikan impor produk BBM jenis RON 88 dan Gasoil sulfur 0,35 mengganti dengan Mogas 92 dan Gasoil 0,25 persen sulfur.

Sehingga produk BBM berubah menjadi bensin (saat ini dikenal premium-red) RON 92 dan solar dengan kandungan sulfur 0,25. Kilang BBM Pertamina diberi waktu lima bulan untuk menyesuaikan.(ris/b)

tag: #Mafia Migas  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...