Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Kamis, 22 Jan 2015 - 16:50:50 WIB
Bagikan Berita ini :

Komisi V DPR Tegur BMKG, Basarnas, Dan BPLS Karena Telat Serahkan PNBP

78RapatKomisiV-Basarnas.JPG
Rapat Dengar Pendapat Komisi V dengan BMKG, Basarnas dan BPLS (Sumber foto : Mandra Pradipta/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Komisi V menegur BMKG, Basarnas dan BPLS dalam rapat dengar pendapat tentang pembahasan semester pertama temuan pemeriksaan BPK RI tahun 2013. Terguran disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana langsung kepada tiga lembaga karena terlambat menyerahkan laporan pelayanan penerimaan, penyetoran, dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak PNBP.

"Ini kenapa BMKG, Basarnas, dan BPLS bisa telat. Ada apa ini bapak-bapak ketua sekalian," kata Yudi saat memimpin rapat dengar pendapat kepada tiga lembaga tersebut, di gedung KK V komplek parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2015). Yudi minta kepada tiga lembaga tersebut agar mematuhi peraturan agar tidak terjadi anggapan miring.

Berdasarkan pantauan TeropongSenayan rapat RDP tadi juga dihadiri oleh Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis, serta Wakil Ketua Michael Watimena, dan Lazarus, serta pula 29 anggota dewan lainnya dari sepuluh fraksi.

Pada kesempatan itu pihak BMKG pun langsung menjelaskan kepada Komisi V kalau keterlambatan penyerahan PNBP dikarenakan kurangnya SDM yang ada. "Maaf ketua kita mengakui kalau semua itu karena kurangnya SDM. Tapi kita dalam hal ini sudah melakukan antisipasi dan sosialisasi kepada jajaran kita untuk melakukan perbaikan ke depan," kata Kepala BMKG Andi E Sakya.

Sementara itu Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Bambang Soelistyo mengungkapkan bahwa pihaknya terlambat karena data yang ada belum masuk semua. Meski begitu saat ini laporan yang sudah dibawa kehadapan Komisi V sudah di detail secara rinci dan transparan."Memang datanya kita belum detail, tapi saat ini semua data sudah rinci dan detail pak ketua," ujar Soelistyo.

Adapun Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Sunarso menyebut kalau kendala tersebut dikarenakan banyaknya berkas yang ada dan beberapa belum dimasukan ke dalam daftar penerima ganti rugi. "Prosesnya memang agak lama ketua, karena kami harus juga berkoordinasi dengan pihak pemerintah. Karena uang yang diberikan cukup banyak juga jadi kami harus benar-benar teliti," pungkasnya.(ris)

tag: #Basarnas  #BMKG  #BPLS  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Gelaran BATIC 2026 Kukuhkan Indonesia sebagai Hub Kolaborasi Digital Asia Pasifik

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang diselenggarakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company PT Telkom Indonesia ...
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...