Bisnis
Oleh Yunan Nasution pada hari Kamis, 09 Apr 2015 - 08:14:39 WIB
Bagikan Berita ini :

Mengalami Penurunan, Bank Indonesia Klaim Cadangan Devisa Aman

12bank indonesia.jpg
Gedung Bank Indonesia (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Meskipun posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2015 tercatat sebesar USD 111,6 miliar, atau lebih rendah dibanding Februari 2015 sebesar USD 115,5 miliar, Bank Indonesia (BI) mengklaim bahwa posisi tersebut masih aman.

“Posisi cadangan devisa per akhir Maret 2015 masih cukup membiayai 6,9 bulan impor atau 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs dalam siaran persnya, Rabu (8/4/2015).

Menurut Peter, Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Mengenai penurunan itu sendiri, Peter menyebutkan, hal itu dipengaruhi peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri Pemerintah, dan dalam rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamental.

Sementara itu Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengakui jika penurunan cadangan devisa hingga posisi per akhir Maret sebesar USD 111,6 miliar terkait dengan intervensi yang dilakukan BI dalam ‘mengamankan’ nilai tukar rupiah.

Mirza menegaskan, pihaknya selalu ada di pasar dan menjaga nilai rupiah dengan serius. Namun ia menyebutkan, pelemahan rupiah yang diakibatkan menguatnya nilai tukar dollar AS adalah fenomena global.

“Tidak hanya rupiah, mata uang negara-negara lain pun melemah. Bahkan pelemahan rupiah relatif tidak terlalu dalam,” dalih Mirza.

Ia membandingkan melemahnya nilai tukar rupiah dengan nilai tukar yang lain. “Kita ini melemah katakan sekitar 4-5%. Euro saja pelemahannya 15%. Jadi tidak harus terlalu kita khawatirkan,” kelitnya lagi.

Terpenting, kata dia, BI dan Pemerintah sudah mengambil langkah untuk menstabilkan rupiah, dengan mengeluarkan paket kebijakan untuk mengurangi defisit transaksi berjalan.

“Pemerintah pada track yang benar untuk mengurangi defisit. Kalau defisit berkurang, pasti rupiahnya akan lebih stabil atau bahkan bisa menguat,” papar Mirza.(yn)

tag: #bank indonesia  #cadangan devisa  #rupiah anjlok  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...