Bisnis
Oleh ferdiansyah pada hari Rabu, 06 Mar 2019 - 21:17:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Dua Pemda Rebutan Saham Freeport, Rini Turun Tangan

tscom_news_photo_1551881853.jpg
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini segera turun tangan guna menengahi polemik perebutan saham PT Freeport Indonesia antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

"Di antara provinsi dan kabupaten harus segera dibicarakan, ya semoga ada jalannya. Kami pasti (urus). Komitmen kami dari MoU (nota kesepahaman) awal adalah 70:30," ucap Rini di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (6/3/2019).

Perebutan saham bermula dari keinginan Pemprov Papua yang ingin menguasai mayoritas saham Freeport dari jatah milik pemerintah daerah.

Dari 10 persen saham Freeport yang diberikan pemerintah pusat untuk pemerintah daerah, Pemprov Papua ingin memiliki 5,1 persen saham Freeport.

Padahal, Pemkab Mimika ingin kepemilikan saham Freeport untuk Pemkab tetap 7 persen dan Pemprov Papua hanya 3 persen, seperti sebelumnya.

Menurut Rini, porsi kepemilikan saham Freeport bagi Pemkab Mimika dan Pemprov Papua memang seharusnya tetap 70 persen dan 30 persen sesuai kesepakatan awal. Namun, ia mengatakan bakal segera berkomunikasi dengan masing-masing kepala daerah.

Tak hanya akan menemui langsung, Rini juga akan membawa Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk menyelesaikan rebutan saham antar kepala daerah ini.

"Nanti tinggal dibicarakan juga dengan Kementerian Dalam Negeri, karena ranahnya Kementerian Dalam Negeri," jelasnya.

Kendati begitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution rupanya tak ingin ambil pusing dengan perebutan saham antar kedua kepala daerah. Sebab, menurutnya, perebutan itu seharusnya bisa diselesaikan secara internal di ranah pemerintah daerah.

"Mau mereka berantem dulu, juga boleh, selesai itu nanti. Gubernur dan Bupati seharusnya bisa menyelesaikan, tidak harus ikut pemerintah. Tapi kalau tidak selesai, baru ikut pemerintah pusat," katanya.

Sejak akhir tahun lalu, pemerintah sudah berhasil menggenggam 51,23 persen saham Freeport melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Porsi kepemilikan saham itu meningkat dari porsi awal sebesar 9,36 persen.

Kemudian, dari total 51,23 persen saham tersebut, sekitar 10 persen diberikan kepada pemerintah daerah Papua, baik Pemprov Papua maupun Pemkab Mimika.(plt)

tag: #pt-freeport  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 01 Mei 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...