Opini
Oleh Sys NS pada hari Minggu, 31 Mei 2015 - 18:58:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Stop Blusukan Pencitraan

8tscom-kongkowmalam-sys.jpg
Kolom Kongkow Malam Bareng Sys NS (Sumber foto : Ilustrasi/TeropongSenayan)

Sudah saatnya Presiden Jokowi menghentikan kegiatan blusukan kesana kemari. Apalagi jika blusukan itu hanya untuk pencitraan. Semestinya pak Jokowi lebih baik fokus kerja sesuai mana Kabinet Kerja yang dia pimpin.

Kerja...kerja...kerja. Inilah mestinya yang dilakukan Presiden Jokowi. Rakyat yang bersukaria mengantarkannya ke Istana sudah lama menunggu kiprah nyata pak Jokowi untuk mewujudkan perbaikan ekonomi dan kesejahteraan.

Oleh sebab itu, menurut saya, pak Jokowi saatnya mengubah blusukan pencitraan menjadi blusukan program. Inilah blusukan yang menghasilkan kerja nyata bagi masyarakat dalam bentuk melaksanakan program pembangunan.

Blusukan yang sering dilakukan Presiden Jokowi jika hanya untuk pencitraan bisa merugikan. Baik bagi masyarakat maupun pak Jokowi sendiri. Sebab, lama-lama masyarakat jenuh dan tak puas karena tak ada bukti nyata hasil kerja pemerintah.

Akibat sering blusukan, selama lebih tujuh bulan pemerintahan Presiden Jokowi rasanya kabinet masih belum tampak solid dan membuktikan hasil kerja nyata. Setidaknya beberapa indikator ekonomi memperlihatkan hal itu.

Inilah tantangan nyata pemerintahan dibawah komando Presiden Jokowi. Menjawab harapan masyarakat yang menginginkan adanya perbaikan dalam segala segi kehidupan. Rasanya, blusukan pencitraan saja tak bisa menjadi jawaban yang memuaskan.(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #kongkow malam  #bareng  #sys ns  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Jika Revolusi Tak Pernah Datang: Strategi Menyelamatkan Republik dari Dalam

Oleh Ariady Achmad
pada hari Senin, 09 Feb 2026
Indonesia hari ini berada dalam sebuah paradoks kebangsaan. Di satu sisi, korupsi merajalela, hukum terasa tumpul ke atas dan tajam ke bawah, kesenjangan sosial semakin melebar, sementara oligarki ...
Opini

Double Downgrade Moody’s dan MSCI Picu Risiko Krisis Likuiditas dan Moneter

Kamis, 5/2/26.  Moody’s menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Hal ini membuat indeks saham (IHSG) turun 2,83 persen pada penutupan perdagangan sesi ...