Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Rabu, 08 Jul 2015 - 19:43:24 WIB
Bagikan Berita ini :

BPK Melawan, Ahok Ditantang Buktikan Ocehannya

64harry_azhar.jpg
Harry Azhar Aziz (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan bukti ada pegawai BPK yang bisa disogok.

Ia berjanji, pihaknya akan memecat siapapun pegawai BPK yang terbukti menerima bayaran saat melakukan audit keuangan di lembaga tertentu.

"Tunjukkan bukti, kalau dia (Ahok) ada bukti pemeriksa BPK dibayar, sampaikan kepada saya, saya pecat pemeriksa BPK itu. Kalau ada bukti ya," kata Harry di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Namun, sebaliknya kalau Ahok hanya asal ngomong dan tak bisa membuktikan, Harry tak akan menggubris lagi omongan Ahok.

"Kalau ada bukti ya (dipecat), kalau tidak ada bukti, (hanya) asal ngomong, saya anggap angin lalu saja," ujar Harry.

Sebelumnya, Ahok murka dengan hasil audit BPK yang memberikan opini wajar dengan pengecualian (WDP) atas laporan keuangan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta tahun 2014. Ahok juga mengkritik keras model audit yang digunakan BPK untuk meneliti laporan keuangan daerah. Sebab, dia sudah merasa telah merinci kebutuhan seperti yang diminta sampai ke level terendah.

Bahkan, Ahok terkesan tak mau ambil pusing. Ia mengaku tidak mempermasalahkan pihaknya mendapat predikat disclaimer. Karena standar penilaian BPK yang tidak jelas.

"Nggak apa-apa, saya mau disclaimer juga nggak apa-apa kok. Saya nggak masalah, yang menentukan saya jadi Gubernur atau tidak adalah warga DKI, bukan BPK, disclaimer, WDP atau WTP. Jadi tidak ada urusan buat saya, yang penting duit pelayanan DKI tidak dicolong," tegas Ahok.

Untuk diketahui, predikat WDP diberikan karena BPK mencurigai adanya indikasi kecurangan saat Pemprov DKI Jakarta membelanjakan sejumlah paket belanja modal dan pengadaan barang. Indikasi itu ditemukan BPK dalam laporan keuangan Pemprov DKI Tahun 2014. (mnx)

tag: #Jakarta  #Ahok  #paripurna dengan BPK  #LHP BPK  #opini WDPparipurna dengan BPK  #LHP BPK  #opini WDP  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Oleh Tim Teropong Senayan
pada hari Sabtu, 05 Apr 2025
Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...
Jakarta

Rupiah Terus Melemah: Apa yang Bisa Dilakukan?

Jakarta, 25 Maret 2025-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan signifikan. Hari ini, rupiah telah mencapai Rp16.549 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.639 di pasar ...