Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 14 Jul 2015 - 22:16:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Komunikasi Pemprov DKI dan DPRD Kaku, PKS Khawatir APBD 2016 Pakai Pergub Lagi

38selamat_nurdin.jpg
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Selamat Nurdin (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Selamat Nurdin mengimbau Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI serta DPRD DKI lebih banyak bertemu dalam sebuah forum, seperti silaturahmi.

Sebab, menurut dia, hubungan komunikasi yang terjalin antara Pemprov DKI dengan DPRD sebagai dua mitra masih sangat kaku. Terlebih setelah peristiwa terungkapnya anggaran siluman pada RAPBD 2015.

Kakunya hubungan Pemprov DKI dengan DPRD DKI, kata Selamat, dapat terlihat dari suasana buka puasa bersama yang diselenggarakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di rumah dinas gubernur, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Pertemuan seperti itu jarang sekali‎ dilakukan, apalagi setelah turbulensi yang terjadi di DPRD dengan Pemprov DKI. Recovery-nya kurang dan menyebabkan proposal pembangunan Jakarta terhambat. Lihat saja, Pak Ferrial (Wakil Ketua DPRD Ferrial Sofyan) beri sambutannya sebentar, Pak Oding (Ketua Fraksi Partai Golkar Zainuddin) juga tumben banget kasih sambutan sebentar, cuma Pak Bestari (Ketua Fraksi Nasdem Bestari Barus) yang sudah enggak kaku," kata Selamat.

Untuk membangun Jakarta, lanjut dia, membutuhkan harmonisasi antara Pemprov DKI dengan DPRD DKI. Komunikasi kedua instansi pemerintah itu diperlukan ketika membahas Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS), pembangunan moda transportasi massal, serta pembahasan APBD Perubahan. Sehingga membutuhkan lebih banyak pertemuan untuk mencairkan hubungan yang kaku antar kedua belah pihak.

"Kalau tidak, ya, saya khawatir KUAPPAS APBD 2016 pakai Pergub lagi. Tapi semoga tidak ya, mudah-mudahan ini momentum bagus untuk membina komunikasi yang baik ke depannya," kata Selamat.

Adapun dalam buka puasa bersama yang diselenggarakan Basuki, hampir semua pimpinan fraksi partai memenuhi undangan tersebut. Namun fraksi Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak hadir. (mnx)

tag: #Jakarta  #Ahok  #DPRD vs Pemprov DKI  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

INDONESIA DAN KEPEMIMPINAN DUNIA: DIMULAI DARI DALAM

Oleh Ariady Achmad
pada hari Minggu, 01 Mar 2026
Dunia hari ini sedang gelisah. Konflik geopolitik meningkat, ketegangan energi mengguncang ekonomi global, dan rivalitas kekuatan besar semakin terbuka. Dalam situasi seperti ini, banyak yang ...
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...