Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Sabtu, 22 Agu 2015 - 16:25:12 WIB
Bagikan Berita ini :

Terkait Pembelian RS Sumber Waras, Pemprov DKI Bantah Disebut Buru-buru

74IMG_20150819_134743.jpg
RS Sumber Waras (Sumber foto : Alfian Risfil/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI disebut terburu-buru dalam memutuskan pembelian lahan RS Sumber Waras untuk dibuat menjadi rumah sakit khusus kanker dan jantung. Tetapi, Pemprov DKI membela diri dan membantah bahwa tudingan tersebut tidak tepat. Sebab pembelian lahan sudah direncanakan sejak pertengahan 2014 silam.

"Pembeliannya tidak terburu-buru, karena memang kita sudah usulkan untuk pembelian sejak bulan Mei. Dan itu masuk dalam APBD Perubahan 2014," kata Ketua Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Menurutnya, jika pembelian harus dibatalkan, maka RS Sumber Waras harus membeli dengan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahun ini. Hal itu dinilai sulit dilakukan karena harga NJOP sudah naik dari tahun sebelum saat Pemprov DKI membeli tanah tersebut.

"NJOP-nya tetap sama dari Mei hingga Desember 2014. Tapi kalau dibeli tahun ini pasti sudah berbeda (NJOP-nya). Dulu kan Rp 20 juta, mungkin sekarang bisa Rp 21-22 juta. tapi itu harus ditanyakan dulu ke dinas pajak untuk nilai NJOP-nya," jelas Heru.

Pembelian tanah rumah sakit ini dilakukan saat ada rencana pihak rumah sakit untuk mengomersilkan lahan tersebut. Karena itu, Pemprov DKI menawarkan membeli tanah tersebut dan dibuat menjadi rumah sakit kanker dan jantung di Ibu Kota.

Mendapati kondisi seperti ini, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa berada di posisi serba salah. Menurut dia, Pemprov DKI tidak mungkin mengembalikan lahan yang sudah dibeli itu. (mnx)

tag: #Jakarta  #Ahok  #paripurna dengan BPK  #LHP BPK  #opini WDPparipurna dengan BPK  #LHP BPK  #opini WDP  #NJOP lahan sumber waras  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Oleh Tim Teropong Senayan
pada hari Sabtu, 05 Apr 2025
Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...
Jakarta

Rupiah Terus Melemah: Apa yang Bisa Dilakukan?

Jakarta, 25 Maret 2025-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan signifikan. Hari ini, rupiah telah mencapai Rp16.549 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.639 di pasar ...