Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Senin, 24 Agu 2015 - 21:56:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Tak Kunjung Digarap, Kasus RS Sumber Waras Bisa Seperti Taman BMW

20IMG_20150819_134743.jpg
RS Sumber Waras (Sumber foto : Alfian Risfil/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil ketua DPRD DKI Muhammad Taufik mengaku khawatir dengan kasus yang membelit lahan RS Sumber Waras akan bernasib sama dengan sengketa taman BMW.

Menurutnya, jika kasus RS Sumber Waras tak segera diproses dan dibiarkan menggantung, maka tak menutup kemungkinan akan bernasib sama dengan kasus taman BMW.

"Sama saja dengan kasus taman BMW, ‎itu kan sudah dilaporkan juga ke KPK oleh pak Wagub Prijanto saat itu," kata Taufik kepada TeropongSenayan di DPRD DKI, Jakarta, Senin (24/8/2015).

Padahal, ketua DPP Gerindra DKI ini menyebut, saat itu jelas ada catatan pelanggaran hukum yang seharusnya sudah ditangani aparat hukum.

"Kan kalau sudah dilaporkan, mestinya ada penanganan dong, kayak apa statusnya. Jangan dibiarkan menggantung seperti sekarang ini," tegas Taufik.

Oleh karena itu, lanjut Taufik, DPRD mendesak aparat penegak hukum membuka kembali kasus taman BMW, termasuk semua lahan atau taman yang terindikasi ada penyimpangan.

"Utamanya yang sudah dilaporkan, kayak BMW kan jelas sudah ‎dilaporkan. Saya kira sama dengan lahan RS Sumber Waras juga sudah ada yang melaporkan," ungkapnya.

"Makanya, aparat penegak hukum tidak boleh lagi menunda-nunda dan harus segera menutuntaskannya, biar semuanya jelas," pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Prijanto mengaku heran dengan sikap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus Taman BMW. Diceritakan Prijanto, beberapa waktu silam, dirinya sudah menyampaikan secara gamblang data-data mengenai dugaan korupsi di lahan yang diserahkan pihak pengembang PT Agung Podomoro ke Pemprov DKI.

Dalam laporan, kewajiban berupa tanah seluas 265.395,99 M2 senilai Rp 737 miliar lebih yang diserahkan ke Pemprov DKI diduga "bodong". Seingat Prijanto, reaksi Ahok yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur, saat disodori data tersebut sangat kaget. Namun, kini yang membuat dirinya heran, Ahok sekarang malah mengatakan tidak ada itu korupsi di lahan Taman BMW.

"Alasan dia katanya yang punya surat tanah 'bodong' sudah ditahan," kata Prijanto baru-baru ini. (mnx)

tag: #Jakarta  #Ahok  #paripurna dengan BPK  #LHP BPK  #opini WDPparipurna dengan BPK  #LHP BPK  #opini WDP  #NJOP lahan sumber waras  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Oleh Tim Teropong Senayan
pada hari Sabtu, 05 Apr 2025
Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...
Jakarta

Rupiah Terus Melemah: Apa yang Bisa Dilakukan?

Jakarta, 25 Maret 2025-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan signifikan. Hari ini, rupiah telah mencapai Rp16.549 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.639 di pasar ...