Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Rabu, 26 Agu 2015 - 20:04:59 WIB
Bagikan Berita ini :

Ahok: Warga Boleh Tinggal di Rusun Sampai Bosan

89rumah_susun.jpg
Ilustrasi Rumah Susun (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, warga terdampak relokasi Kampung Pulo bisa selamanya menetap di Rusunawa Jatinegara Barat.

Untuk menempati Rusun, kata Ahok, mereka hanya akan dikenakan retribusi sebesar Rp 300.000 tiap bulannya atau sekitar Rp 10.000 per hari sebagai retribusi kebersihan dan keamanan.‎

Meski sebagian warga Kampung Pulo terus melakukan protes minta ganti rugi, Ahok tetap hanya akan memberi kompensasi berupa unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Lalu, menurut Ahok, warga boleh tinggal di rusun selama mereka mau.

"Sampai kapan? Sampai lo bosen dan anak turunan lo bosen," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Meski begitu, Ahok juga memastikan bahwa warga tak akan pernah diberi sertifikat guna menghindari penyalahgunaan seperti disewakan ke pihak lain.

"Terus Anda minta sertifikatnya? Ya itu mah lo mau jualan rusun namanya. Kalau lo mau tinggal mah, tinggal aja," cetus Ahok.

Tidak hanya itu, Ahok juga menyebut, apabila ada kerusakan fasilitas rusun, Pemprov DKI akan menanggung perbaikannya.

"Sekarang saya tanya sama Anda, 'Eh, mau enggak tinggal di rumah gue di Menteng, nanti kalau ada yang rusak segala macam, gue yang perbaiki. Masak masih nuntut sertifikat?” ujar Ahok.‎

Menurut dia, unit Rusunawa Jatinegara Barat dengan berbagai fasilitasnya sudah serupa dengan apartemen kelas menengah.

"Tanya saja apartemen deket-deket situ berapa harganya. Semiliar!. Biaya rawatnya bisa sejuta sebulan, kami cuma kasih Rp 300.000. Nah ini nuntutnya apa, minta sertifikat. Kasih sertifikat, nanti dijual rusunnya," katanya. (mnx)

tag: #Jakarta  #Ahok  #penggusuran kampung pulo  #warga kampung pulo menolak direlokasi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

INDONESIA DAN KEPEMIMPINAN DUNIA: DIMULAI DARI DALAM

Oleh Ariady Achmad
pada hari Minggu, 01 Mar 2026
Dunia hari ini sedang gelisah. Konflik geopolitik meningkat, ketegangan energi mengguncang ekonomi global, dan rivalitas kekuatan besar semakin terbuka. Dalam situasi seperti ini, banyak yang ...
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...