Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Rabu, 09 Sep 2015 - 15:37:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Ahok Pangkas Anggaran Pidato Gubernur DKI yang Capai Rp 805 Juta

62ahok_ahok_ahok.jpg
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku akan memangkas anggaran untuk pidato dirinya selaku Gubernur. Dalam APBD DKI, anggaran untuk naskah pidato gubernur tecatat mencapai Rp 805 juta.

Anggaran yang tidak sedikit itu sebelumnya digunakan untuk membayar tenaga ahli dari pihak luar guna membuat dan mempersiapkan naskah pidato yang diperlukan gubernur. Namun, Ahok memastikan mulai tahun ini dirinya tak mau lagi menggunakan orang luar untuk membuat naskah pidato.

"Itu total, mungkin semua. Kita akan cek. Harusnya sudah dipangkas," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Daripada menggunakan jasa pihak luar, Ahok mengaku lebih baik memberdayakan pegawai negeri sipil (PNS) serta pekerja harian lepas (PHL) dalam menyusun naskah pidato gubernur.

"Dulu kan bayar orang luar, sekarang kita enggak. Makanya kita mau tahu itu naskahnya siapa, bayarnya kemana?," tegas Basuki.

Apalagi, lanjut Ahok, saat ini pihaknya tengah menghitung efisiensi jumlah PNS DKI. Sebab di lingkungan Pemprov DKI, lebih banyak PHL yang bekerja dibanding PNS DKI.

"Jadi hampir semua yang kerja di DKI 50.000 itu PHL, yang betul-betul kerja dan disuruh-suruh itu PHL," ujar Ahok.

Untuk diketahui, standar gaji para PHL adalah Rp 2,7 juta. Akan tetapi, setiap PHL tidak diberikan gaji dalam jumlah yang sama, tergantung hasil pekerjaan masing-masing.

"Jadi itu untuk gaji. Gaji PHL itu kan satu orang Rp 2,7 juta. Dari situ ada yang tenaga ahlinya. PHL kan enggak mungkin untuk yang kemampuannya lebih tinggi, gajinya sama. Kan ada aturan main. Jadi bervariasi. Akhirnya ketemulah angka Rp 805 juta itu," jelas Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH-KLN) Pemprov DKI, Muhammad Mawardi‎. (mnx)

tag: #Jakarta  #Ahok  #anggaran pidato gubernur dki  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

INDONESIA DAN KEPEMIMPINAN DUNIA: DIMULAI DARI DALAM

Oleh Ariady Achmad
pada hari Minggu, 01 Mar 2026
Dunia hari ini sedang gelisah. Konflik geopolitik meningkat, ketegangan energi mengguncang ekonomi global, dan rivalitas kekuatan besar semakin terbuka. Dalam situasi seperti ini, banyak yang ...
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...