Opini
Oleh Emka Abdullah pada hari Senin, 10 Nov 2014 - 09:56:32 WIB
Bagikan Berita ini :
Hendardi

Kasus di Rumah Amien Bukan Pelanggaran HAM, tapi Kriminal

45Untitled-4.jpg
Hendardi, ketua Setara (Sumber foto : Eko S Hilman)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kunjungan Komisioner Komnas HAM ke kediaman mantan Ketua MPR RI Amien Rais di Yogyakarta, terkait penembakan mobilnya terlalu mengada-ada dan berlebihan.
Hal itu diungkapkan Ketua Setara Institute Hendardi. "Menurut saya sangat berlebihan jika Komnas HAM turun dan langsung melakukan penyelidikan kasus seperti itu.

Mandat utama Komnas HAM adalah menyelidiki dugaan pelanggaran berat HAM," ujar Hendardi dalam pernyataan pers yang diterima Teropongsenayan, Minggu (9/11/2014). Hendardi setuju bahwa teror terhadap pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu tetap harus dikutuk karena mengancam hak dan rasa aman seseorang. Tapi sebaiknya hal itu dipercayakan kepada polisi karena memang kriminal murni.

"Jangan obral kewenangan hanya untuk cari sensasi dan popularitas. Lebih baik Komnas HAM cari terobosan baru agar pelanggaran HAM masa lalu bisa diadili," tambah Hendardi. Seperti diberitakan, Komisioner Komnas HAM mendatangi kediaman Amien Rais, Minggu (9/11/2014) untuk melihat lokasi.Anggota Komnas HAM Manager Nasution juga sempat bertemu dan berdialog dengan Amien Rais. (ss)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #Kriminal  #Bukan Pelanggaran HAM  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Jika Revolusi Tak Pernah Datang: Strategi Menyelamatkan Republik dari Dalam

Oleh Ariady Achmad
pada hari Senin, 09 Feb 2026
Indonesia hari ini berada dalam sebuah paradoks kebangsaan. Di satu sisi, korupsi merajalela, hukum terasa tumpul ke atas dan tajam ke bawah, kesenjangan sosial semakin melebar, sementara oligarki ...
Opini

Double Downgrade Moody’s dan MSCI Picu Risiko Krisis Likuiditas dan Moneter

Kamis, 5/2/26.  Moody’s menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Hal ini membuat indeks saham (IHSG) turun 2,83 persen pada penutupan perdagangan sesi ...