Jakarta
Oleh Alfian Rifsil Auton pada hari Sabtu, 15 Apr 2017 - 19:12:42 WIB
Bagikan Berita ini :

Istiqomah, PWNU DKI Tetap Anjurkan tak Pilih Gubernur Kafir

81IMG_20170415_154049.jpg
Sesepuh ulama dan kyai NU se-DKI Jakarta menggelar silaturrahmi akbar di kantor pusat PWNU DKI, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (15/4/2017). Dalam kesempatan ini, hadir juga Cagub DKI, Anies Baswedan dan Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham 'Lulung' Lunggana (Sumber foto : Alfian Rifsil Auton/Dokumen TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Empat hari jelang pemungutan suara putaran final Pilgub DKI 2017, para sesepuh ulama dan kyai Pimpinan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dan Pengurus PCNU se-DKI Jakarta menggelar silaturrahmi akbar di kantor pusat PWNU DKI, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (15/4/2017).

Acara tersebut khusus dimaksudkan untuk menyikapi dan sekaligus mensosialisasikan kepada umat umat Islam khususnya warga Nahdliyyin di Ibu Kota Jakarta agar memilih paslon Calon Gubernur dan Wakil Gubernur muslim pada 19 April mendatang.

Hal itu sesuai dengan qararat (ketetapan) yang diputuskan organisasi dalam Muktamar XXX NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada tahun 1999 silam.

"Hari ini kami ingin kembali mengingatkan kepada kaum Nahdliyyin di Jakarta bahwa memilih pemimpin muslim hukumnya adalah wajib. Sesuai ketetapan Mukatamar NU di Lirboyo," kata Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Mahfudz Asirun di kantor PWNU DKI, Sabtu (15/4/2017) sore.‎

Menurut Kiai Ma'fudz, hasil keputusan Bahtsul Masail itu harus disosialisasikan, khususnya kepada warga NU sebagai pedoman dalam memilih pemimpin.

"Jadi, kami wajib mensosialisasikan ini, kami tidak mau neko-neko. Kami sami'na waato'na dengan keputusan dan ketetapan yang disepakati para Kiai Syuriyah dan Kiai-kiai sepuh seluruh Indonesia. Ini harus menjadi keputusan bagi warga NU," ungkapnya.‎

Salah satu poin keputusan Muktamar Lirboyo, kata dia, adalah orang Islam tidak boleh menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non Islam. Kecuali dalam keadaan darurat.

"Apakah hari ini ada alasan 'darurat', tentu tidak! Jadi, inilah yang harus menjadi panduan yang terbaik bagi NU dan umat, keputusan bahtsul masail, bahwa memilih (pemimpin) Muslim adalah wajib," tegas Mahfudz.

Diakuinya, sosialisasi tersebut sengaja digelar di ujung masa-masa kampanye putaran kedua, untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Ibu Kota Jakarta.

Menurutnya, sebagai ormas Islam terbesar NU harus menentukan sikap. Meskipun secara struktur tidak berpolitik praktis, tetapi warga NU harus diarahkan dan diberi pilihan ke mana seharusnya memilih pemimpin mereka.

"NU di akar rumput sebenarnya sudah clear, mereka sudah tahu sama tahu dengan keputusan Muktamar Lirboyo. Tidak perlu di-ta'wil (ditafsir) ke mana mana, memang itu merupakan kalimat yang saklek," pesan Mahfudz.‎

Dalam kesempatan ini, tampak hadir sejumlah kyai dan pengurus dan jamaah NU se-DKI Jakarta. Tak ketinggalan, hadir pula Cagub DKI nomor 3, Anies Baswedan didampingi Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham 'Lulung' Lunggana dan Jendral (Purn) Djoko Santoso. (icl)

tag: #nu  #pilkada-jakarta-2017  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Rupiah Terus Melemah: Apa yang Bisa Dilakukan?

Oleh Anthony Budiawan
pada hari Selasa, 25 Mar 2025
Jakarta, 25 Maret 2025-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan signifikan. Hari ini, rupiah telah mencapai Rp16.549 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.639 di pasar ...
Jakarta

Peran ICC dalam Menegakkan Keadilan atas Dugaan Pelanggaran HAM

International Criminal Court (ICC) yang berbasis di Den Haag merupakan lembaga peradilan independen yang memiliki yurisdiksi atas kejahatan serius seperti kejahatan perang, kejahatan terhadap ...