Opini
Oleh Haris Rusli Motty (Aktivis Petisi 28) pada hari Senin, 20 Apr 2015 - 22:16:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Rebutan dan Bancakan Jabatan Eselon I Kementerian ESDM

25sudirman said mulkan 1.jpg
Sudirman Said, Menteri ESDM (Sumber foto : Mulkan Salmun/Teropong Senayan)

Benturan berbagai kepentingan untuk merebut lahan lahan bancakan untuk mengeruk kekayaan negara, mulai merebut jabatan basah di eselon I.

Sebagai contoh, menurut sebuah sumber yang dapat dipercaya, Dr. Arya Rezavidi telah lolos menjadi tiga (3) besar yang diusulkan ke TPA (Tim Penilai Akhir) setelah melalui proses assessment di ESDM dari 31 orang calon.

"Sebetulnya tim assessment TPA merekomendasikan Dr Arya Rezavidi. Tapi, entah mengapa menteri ESDM tetap mengusulkan Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) yang lama sebagai calon nomor satu untuk menduduki kembali posisi Dirjen EBTKE.

Sumber tersebut juga mengatakan, pada saat sidang TPA, Wapres Jusuf Kalla juga meminta penyegaran karena dianggap Dirjen yang lama telah gagal, dan hasilnya memunculkan lagi rekomendasi Dr Arya untuk calon Dirjen EBTKE. TPA sendiri dihadiri Wapres, Mensesneg, Mensekab, Menpan dan Ka BIN.

Namun rekomendasi TPA tersebut tak digubris Menteri ESDM Sudirman Said. Akhirnya, draftnya Keppres yang muncul adalah tetap calon incumbent. Draft tersebut kini belum ditandatangan Presiden Jokowi, karena konon masih harus melewati Kepala Staf Kepresidenan, lanjut sumber di istana yang dapat dipercaya.(*)

TeropongRakyat adalah media warga. Setiap opini/berita di TeropongRakyat menjadi tanggung jawab Penulis.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #haris  #sudirman said  #ebtke  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Tiga Resep Dasar Berumur Panjang

Oleh Catatan Cak AT
pada hari Kamis, 03 Apr 2025
Saat menghadiri pertemuan ilmiah di Vatikan baru-baru ini, Dr. Venkatraman (Venki) Ramakrishnan, peraih Nobel Kimia 2009, menyempatkan diri menjenguk Paus Fransiskus yang baru saja pulih dari sakit. ...
Opini

Peran Intelijen Di Negeri Sendiri Sebagai Problem Solving Bukan Problem Taking

Era orde baru meninggalkan legacy intelijen, dengan stigma sebagai alat represif penguasa terhadap kelompok oposisi dan menyebar teror untuk menciptakan rasa takut publik. Kekuasaan orde baru, telah ...