Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Jumat, 25 Sep 2015 - 23:01:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: Gaya Komunikasi Ahok yang Buruk Bikin DPRD DKI Mandul

10ahok_ahok_ahok333.jpg
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai sebagai penyebab atas mandulnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI terkait produk legislasi yang sangat minim.

Hal ini seperti disampaikan pengamat politik Amir Hamzah, yang menyoroti kinerja DPRD DKI Jakarta terkait produk legislasi, yang hingga kini hanya menghasilkan satu setengah Peraturan Daerah (Perda).

Menurut dia, sejak dilantik pada Agustus 2014 lalu, atau kini genap satu tahun masa bakti DPRD periode 2014-2019, DPRD DKI baru merampungkan satu setengah dari total 17 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas.

Padahal, lanjut Amir, 17 Raperda itu ditargetkan rampung akhir tahun 2015 ini.‎

"Bayangkan, dari 17 Raperda kesepakatan sejak awal dilantik, DPRD DKI hanya mampu menyelesaikan satu setengah Perda," kata Amir kepada TeropongSenayan, di kantor DPRD DKI, Jakarta, Jumat (25/9/2015).

Mantan politisi Golkar ini menyebut, satu Perda yang sudah disahkan yaitu Perda Budaya Betawi. Sedangkan Perda yang masih setengah jalan adalah Perda Pariwisata.

"Ini menunjukkan betapa hubungan eksekutif dan legislatif di DKI Jakarta sangat hancur lebur," cetus Amir.

Dalam pandangan dia, hal itu disebabkan oleh ketidak-harmonisan eksekutif dan legislatif selama ini. Pemicunya adalah komunikasi Ahok yang buruk. Karena itu, Amir mengaku heran dengan gaya komunikasi yang dibangun Ahok dengan DPRD selama ini.

‎Amir menjelaskan, sesuai dengan ketentuan undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Perda) DPRD harus bersama-sama dan atas persetujuan bersama Kepala Daerah. Karena itu, Amir mengingatkan bahwa Gubernur dan DPRD merupakan satu kesatuan dalam pemerintahan daerah.

"Apalagi, dari 17 Raperda yang direncanakan, sebagian besar merupakan inisiatif Gubernur," tegas Amir.

Perlu dicatat, tambah Amir, keberadaan lembaga legislatif adalah untuk memastikan bahwa lembaga eksekutif melaksanakan konstitusi dengan baik dan tidak melanggar konstitusi. (mnx)

tag: #gaya komunikasi ahok buruk  #dprd dki mandul  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Oleh Tim Teropong Senayan
pada hari Sabtu, 05 Apr 2025
Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...
Jakarta

Rupiah Terus Melemah: Apa yang Bisa Dilakukan?

Jakarta, 25 Maret 2025-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan signifikan. Hari ini, rupiah telah mencapai Rp16.549 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.639 di pasar ...