Jakarta
Oleh Alfian Risfil pada hari Jumat, 08 Jan 2016 - 09:55:07 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemprov dan DPRD DKI 'Ngotot' Beri PMP, Uchok: Jangan-jangan Ada Main Mata?

29uchok-sky-khadafi.jpg
Uchok Sky Khadafi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyerahkan hasil evaluasi RAPBD DKI 2016 kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Dalam catatannya, Kemendagri mencoret beberapa program yang diusulkan Pemprov DKI yang dinilai belum jelas karena tidak sesuai aturan.

Diantaranya adalah terkait pemberian Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada enam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI.‎

‎Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menegaskan, langkah Kemendagri sudah tepat mencoret anggaran PMP untuk enam BUMD tersebut.

Sebab, kata dia, jika PMP tidak disertai peraturan daerah (Perda) induk dan analisa investasi itu namanya konyol.

"Ingat, itu merupakan aturan yang harus dipatuhi," kata Uchok kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/1/2015) malam.

Karena itu, menurut Uchok, jika Ahok dan DPRD DKI protes, patut mencurigai dua lembaga negara di Jakarta tersebut ada main mata atas pemberian PMP.

"Sekarang alasannya apa dewan dan Pemprov begitu ngotot protes ke Kemendagri. Ada apa ini? Jangan-jangan ada fee," ucap mantan aktivis PMII itu.

Sebelumnya, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Reydonnyzar Moenek memastikan, ada banyak program yang dilarang atau dicoret.

Diantaranya adalah terkait penyertaan modal kepada enam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni kepada Bank DKI, PD Dharma Jaya, PT Transportasi Jakarta, PD Pasar Jaya, Jakarta Propertindo (Jakpro), dan PAL Jaya.

"Semua kita coret, kecuali PT MRT. Jadi, Pemprov DKI harus mematuhi semua yang terlarang itu," kata Donny panggilan akrab Reydonnyzar. (mnx)

tag: #apbd-2016  #dki-jakarta  #dprd-dki  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Tujuh Indikator Pelemahan Ekonomi dan Tantangan Pertumbuhan.

Oleh Tim Teropong Senayan
pada hari Sabtu, 05 Apr 2025
Situasi perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan berbagai tanda pelemahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Setidaknya terdapat tujuh indikator utama yang menggambarkan kondisi ini: 1. ...
Jakarta

Rupiah Terus Melemah: Apa yang Bisa Dilakukan?

Jakarta, 25 Maret 2025-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mengalami tekanan signifikan. Hari ini, rupiah telah mencapai Rp16.549 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp16.639 di pasar ...