Jakarta
Oleh Diyah Kusumawardhani pada hari Rabu, 03 Jun 2015 - 15:14:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Pekan Raya Jakarta dari Masa ke Masa

26JIEXPO.jpg
Arena PRJ JIEXPO Kemayoran (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Setiap satu tahun sekali di bulan Juni, Pekan Raya Jakarta (PRJ) digelar. Namun mengapa kegiatan ini telah menjadi yang paling dinanti setiap tahunnya, tak hanya oleh warga Jakarta, tapi juga oleh warga dari wilayah sekitar Jakarta?

PRJ pertama kali digelar pada 5 Juni-20 Juli 1968 di Kawasan Monumen Nasional (Monas). Kegiatan ini digagas pertama kali oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) pada masa itu, Syamsudin Mangan. Semangat dari Djakarta Fair - nama yang dipergunakan pertama kali - adalah untuk meningkatkan pemasaran produksi dalam negeri yang kala itu sedang mulai bangkit pasca tragedi G30S/PKI.

Sementara itu, kegiatan “pasar malam” di Jakarta menyebar di beberapa titik, salah satunya Pasar Malam Gambir yang ternyata telah diselenggarakan sejak 1898 untuk memperingati penobatan Ratu Wilhelmina. Maka untuk menyatukan dan membuat kegiatan ini menjadi resmi, Pemerintar DKI mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 1968 yang menetapkan PRJ sebagai agenda tahunan yang diselenggarakan menjelang Hari Ulang Tahun Jakarta setiap 22 Juni.

Namun kegiatan yang memiliki semangat memasarkan produk dalam negeri yang dirangkum dalam sebuah pameran besar dan terpusat ini, seiring berjalannya waktu mengalami perkembangan. PRJ, dari sekedar “pasar malam”, bertransformasi bentuk menjadi pameran modern yang memasarkan berbagai produk. Areal yang dipergunakan pun bergeser dari Kawasan Monas ke Kawasan Kemayoran Jakarta Pusat pada 1992.

Sebagian orang, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sempat berupaya mengembalikan semangat PRJ sebagai pesta dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan menggelar PRJ “tandingan” di Monas pada 2014. PRJ Monas ini melibatkan pengusaha mikro, kecil dan menengah. Semangat itupun berusaha dilanjutkan oleh wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dengan mengizinkan kegiatan Pasar Rakyat Jakarta 2015 yang juga diselenggarakan bersamaan dengan Jakarta Fair Kemayoran. Namun sang Gubernur, Basuki T Purnama, bersikukuh menyebut PRJ di bilangan Parkir Timur Senayan itu tak berizin alias ilegal. (mnx)

tag: #Ahok  #PRJ 2015  #Jakarta  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...