Opini
Oleh La Ode Ida pada hari Senin, 12 Okt 2015 - 13:02:12 WIB
Bagikan Berita ini :

KPK Harus Diawasi, Bukan Dimatikan

7080e3e778e7b0003f4b7e0051f76bfe9c1ea46d5b.jpg
Kolom Santai Siang Bareng La Ode Ida (Sumber foto : Ilustrasi/TeropongSenayan)

Manuver sebagian politisi di Senayan untuk revisi UU KPK memang harus dicurigai dan dihentikan. Karena, pertama, siasat itu bisa dianggap sebagai upaya menghalangi penciptaan pemerintahan yang baik dengan penyelenggara negara yang bersi, yang menjadi misi utama reformasi.

Apalagi arah revisinya sangat terkesan hendak meniadakan KPK dengan draft klausul antara lain (1) membatasi usia KPK, (2) meniadakan penuntukan KPK, (3) meniadakan hak sadap KPK atau harus izin pengadilan, (4) beberapa lagi kehendak politis lainnya.

Kedua, Kejaksaan dan Kepolisian belum menunjukkan aksi nyatanya yang signifikan untuk memberantas korupsi. Bahkan kedua lembaga itu terkesan banyak oknum yang manfaatkannya dengan cara-cara transaksional.

Ketiga, upaya itu jelas bertentangan agenda Nawacita Jokowi khususnya terkait dengan revolusi mental dan penciptaan pemerintahan yang bersih.

Presiden Jokowi sendiri, beberapa bulan lalu, telah secara resmi menolak rencana revisi UU KPK, sehingga jika pihak pemerintah menyetujuinya bisa dikatakan "Jokowi menjilat kembali ludah yang telah dibuangnya".

Dan banyak lagi alasan untuk tak perlunya revisi UU KPK itu sekarang ini. Kendati demikian, memang juga harus diakui, bahwa KPK selama ini telah berposisi dengan bertindak layaknya superbodi, yang pada tingkat secara tak disadari mengesankan KPK bertindak semau orang-orang di dalamnya.

Transparansi dalam KPK sendiri, khususnya dalam penetapan agenda memberantas korupsi dalam berbagai kasus yang datanya masuk di KPK, sangat tertutup. Boleh jg dicurigai sebagai 'pilih kasih dalam memberantas korupsi".

Ini yang menjadikan para politisi terkadang merasa terancam oleh liarnya aksi-aksi KPK, apalagi sudah demikian banyak para politisi yang menghuni hotel prodeo melalui jalur KPK. Tetapi semua itu bukan berarti harus membunuh KPK. KPK masih sangat dibutuhkan oleh negara ini.

Hanya saja perlu diawasi agar lebih memiliki akuntabilitas, dan sekaligus tak dijadikan sebagai panggung bagi para anggota KPK sebagai cenderung terjadi selama ini. Itulah perlunya wujudkan dewan pengawas KPK.(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #Kolom  #Makan Siang  #la ode ida  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Menilik Status Kepemilikan Lapangan Golf Rawamangun vs Senayan: Antara Warisan Sejarah dan Aset Negara.

Oleh Ariady Achmad Founder teropongsenayan.com
pada hari Kamis, 02 Jul 2026
*TEROPONGSENAYAN – JAKARTA* – Lapangan golf di tengah megahnya megapolitan Jakarta bukan sekadar ruang terbuka hijau atau arena rekreasi kaum jetset. Lebih dari itu, lapangan golf di ibu ...
Opini

PT Harmoni Alam Manise Bantah Tuduhan Tambang Ilegal, Kuasa Hukum Nilai Penetapan Tersangka Tidak Berdasar

teropongsenayan.com Jakarta/Maluku – PT Harmoni Alam Manise (PT HAM) melalui kuasa hukumnya menyampaikan klarifikasi atas penetapan tersangka terhadap Direktur Utama PT HAM, Direktur Utama PT ...