Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Sabtu, 01 Agu 2015 - 16:39:55 WIB
Bagikan Berita ini :

Buntut Ahok Marah-Marah, Jakbook Sepi Pengunjung

79JakBook.jpg
Jakarta Book Fair (JakBook) and Edu Fair 2015 (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Peserta festival Jakarta Book Fair (JakBook) and Edu Fair 2015 mengeluh dengan sepinya pengunjung acara tersebut selama beberapa hari terakhir.

Mereka menilai sepinya pengunjung disebabkan karena sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang marah-marah pada Senin (27/7/2015) lalu. Akibatnya, pemasukan yang diterima para peserta Jakbook sangat minim dan jauh dari ekspektasi.

Salah satu perwakilan peserta Jakbook, Guntoro mengatakan, sepinya pengunjung berdampak terhadap minimnya pemasukan yang mereka terima. Padahal ia mengaku sudah mengeluarkan investasi yang besar untuk mengikuti acara tersebut.

"Saya sudah mengeluarkan dana yang besar untuk tenaga pemasaran maupun gudang. Tapi omzet yang didapat tidak bisa menutupi pengeluaran," kata Guntoro di area Jak Book and Edu Fair 2015, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (1/8/2015).

Menurut Guntoro, mestinya, kalau Ahok dari awal Ahok ingin menindak peserta yang nakal, harusnya tidak dengan melontarkan pernyataan yang memojokkan penyelenggaraan Jak Book and Edu Fair 2015 secara umum.

Sebab hal tersebut berdampak terhadap keseluruhan peserta. Lagian, kata dia, sebagian besar peserta di Jak Book and Edu Fair 2015 adalah pengusaha yang memang sejak awal menjual barang-barangnya dengan harga yang murah dibanding harga yang ada di pasaran.

Untuk diketahui, Jak Book and Edu Fair 2015 dimulai pada 27 Juli. Acara ini rencananya akan berlangsung hingga 3 Agustus 2015‎.(yn)

tag: #jakbook  #ahok  #jakarta book fair  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...