Jakarta
Oleh Emka Abdullah pada hari Senin, 05 Okt 2015 - 11:06:10 WIB
Bagikan Berita ini :

FPB: Tokoh Betawi yang Ingin Jadi Cagub Jangan Kebanyakan

57RACHMAT_HS.jpg
Rachmat HS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda Betawi (FPB) Rachmat HS mengingatkan agar tidak terlalu banyak tokoh Betawi yang akan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada 2017 nanti. Sebab, kalau terlalu banyak tokoh Betawi yang ini maju nanti dukungan masyarakat Betawi terpecah.

Menurut Rachmat, dari sejumlah nama tokoh Betawi yang muncul hanya dua yang dianggap layak untuk meneruskan pencalonannya yaitu Nachrowi Ramli (Ketua Partai Demokrat DKI Jakarta) dan Abraham Lunggana alias Lulung (ketua PPP DKI Jakarta. "Ditinjau dari berbagai sudut, keduanya mumpuni untuk memimpin Jakarta," ujar Rachmat kepada TeropongSenayan di Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Rachmat menambahkan, Nacrowi dan Lulung bisa menjadi representasi masyarakat Betawi. Keduanya juga punya popularitas dan berasaldari partai besar. Keduanya juga punya kemampuan secara ekonomi sehingga kalau ikut pilkada tidak akan berhutang budi kepada pemilik modal atau cukung. "Secara kemampuan keduanya juga tidak akan kalah dengan Basuki Tjahaj Purnama atau Ahok," tegas Rachmat.

Rachmat mengimbau warga Betawi untuk fokus pada nama-nama tersebut dan tidak terpecah-belah. "Kalau fokus, kita akan dengan mudah mengalahkan Ahok," papar Rachmat.

Rachmat yakin pada pilkada 2017 nanti, Ahok tidak akan lagi memenangkan pilkada. Sebab, publik sudah mengetahui kinerja Ahok yang buruk serta integritasnya yang rendah. "Kalau mau kinerja Ahok, lihat saja hasil audit BPK dan gaya komunikasnya," pungkas Rachmat.

tag: #pilkada Jakarta 2017  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...