Jakarta
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Sabtu, 17 Okt 2015 - 07:38:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Ahok Sindir Jakmania: Main Sepakbolanya Tak Becus, Tawurannya Paling Jago

15persija-jakmania.jpg
Suporter Persija Jakarta, Jakmania (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kecewa final Piala Presiden 2015 yang akan digelar di stadion Gelora Bung Karno (GBK) bukan klub kesayangan warga ibukota, Persija Jakarta.

Sebagaimana diketahui, laga puncak Piala Presiden mempertemukan tim kesebelasan yang selama ini dikenal sebagai rival Persija yaitu Persib Bandung, yang akan melawan Sriwijaya FC.

Sementara Persija Jakarta, harus rela hanya bertindak sebagai tuan rumah setelah klub berjuluk "Macan Kemayoran" itu tertahan sampai di babak penyisihan.

"Ini memalukan, masak final Piala Presiden digelar disini, tapi yang main bukan kita (Persija), ini pasti ada yang tidak beres," kata Ahok, di Polda Metro Jaya, Jumat (16/10/2015).

‎"Masak main di Jakarta yang main malah Persib lawan Sriwijaya. Ini memalukan untuk prestasi sepakbola Jakarta," ketus dia.

Selain itu Ahok juga mengaku tak habis pikir dengan sikap para pendukung setia Persija, The Jakmania yang menurutnya kerap kali berulah dan membuat keributan.

"The Jak (Jakmania, pendukung Persija) ini memang parah, ‎udah main sepakbolanya tidak becus, tawurannya malah paling jago," sindirnya.

Dia pun memuni manajemen klub Persib Bandung dalam melakukan pengelolaan. Bahkan dia tak sungkan akan belajar dari manejemen klub asal Kota Kembang itu.

"Saya mau belajar dari Persib. Cara manajemen. Supaya Persib kuat dan Persija kuat," ungkapnya.(yn)

tag: #jakmania  #ahok  #persija  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Integritas Pegawai Jadi Fondasi Reformasi Kemenimipas 2026

Oleh Redaksi Teropongsenayan
pada hari Rabu, 01 Apr 2026
Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memasuki 2026 dengan membawa semangat reformasi birokrasi dan penguatan integritas aparatur. Namun tantangan sesungguhnya bukan pada ...
Jakarta

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Abdullah Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan kementerian saat ini tidak lagi semata berorientasi pada fungsi administratif, ...