Opini
Oleh Aris Eko pada hari Senin, 06 Apr 2015 - 07:14:27 WIB
Bagikan Berita ini :

Auto Pilot!

54kolom ariady achmad_1.jpg
Kolom Sarapan Pagi bareng Ariady Achmad (Sumber foto : Agoes/TeropongSenayan)

Benar-benar negeri auto pilot paling sempurna!. Barangkali tak berlebihan pilihan kalimat ini jika mencermati begitu simpang siurnya pengelolaan negara dari istana sekarang ini. Beragam kebijakan berseliweran seperti tak ada yang mengendalikan.

Setelah sebelumnya mengaku tak dilapori perkembangan harga beras oleh menterinya, kemarin Presiden Jokowi menyalahkan Menteri Keuangan yang dinilai menyorong-nyorongkan kebijakan pemberian uang muka mobil pejabat negara.

Beralasan tak mungkin mencermati satu per satu surat maupun keputusan yang harus ditandatangani, Presiden Jokowi menyalahkan para pembantunya yang dinilai tak becus mengkaji keputusan yang diajukan kepadanya.

Pernyataan Presiden Jokowi ini jelas membuat kita terhenyak kaget. Sebagai pengambil keputusan tertinggi mengapa Presiden sekaligus Kepala Negara begitu ceroboh terhadap isi keputusan yang dia tandatanganinya sendiri?

Apakah masih kosongnya Kapolri hingga kini juga bentuk kecerobohan Presiden? Entahlah. Namun yang pasti Komisi III dan rapat paripurna DPR yang memilih Komjen BG untuk diangkat sebagai Kapolri berdasarkan surat Presiden Jokowi.

Setiap surat, keputusan maupun kebijakan yang ditandatangani Presiden adalah produk hukum ketatanegaraan. Selain mengandung nilai konstitusi juga menjadi acuan bagi terselenggaranya roda pemerintahan maupun kenegaraan.

Jadi bukan selembar kertas berkop surat lambang Garuda emas yang dibuat dipinggir jalan yang bisa dipakai untuk membungkus kacang goreng. Namun menjadi sebuah produk hukum dan dokumen negara yang sah.

Sebab, implikasi dari setiap surat maupun keputusan yang ditandatangani Presiden sangat besar, luas dan penting serta strategis bagi kehidupan bangsa. Menjadi pertanyaan, bagaimana bisa tidak dibaca dan dicermati sebelum diteken?

Kita semua tidak ingin negara ini dikelola dengan ceroboh, sembarangan dan seenaknya. Sebab, Presiden adalah pilot bagi 250 juta rakyat Indonesia. Diujung pena yang dia torehkan nasib bangsa ini bergantung. Juga para pembayar pajak.(*)

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #sarapan pagi  #kolom  #ariady achmad  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Opini Lainnya
Opini

Peran Intelijen Di Negeri Sendiri Sebagai Problem Solving Bukan Problem Taking

Oleh Sri Radjasa
pada hari Rabu, 02 Apr 2025
Era orde baru meninggalkan legacy intelijen, dengan stigma sebagai alat represif penguasa terhadap kelompok oposisi dan menyebar teror untuk menciptakan rasa takut publik. Kekuasaan orde baru, telah ...
Opini

Disabilitas Menteri atau Menteri Disabilitas

Indonesia masih sering memandang curriculum vitae sebagai simbol status sosial, bukan sebagai rekam jejak kompetensi. Banyak pejabat yang ingin menjabat kembali demi membangun citra sebagai tokoh ...